Sticky Notes

Pria itu mendongak, ikut hening bersama sore yang mendung. Menatap langit. Di sekelilingnya berserakan kertas berukuran kecil. Sticky notes.

Note 1. Maharani
Kita bertemu. Sepulang kerja. Kafe biasa?

Note 2. Adam
Ada yang menjamin kalau Ruben tidak tahu?

Note 3. Maharani
Aku yang menjamin


Note 4. Adam
Rani. Sampai kapan kita harus begini? Aku ingin bebas. Tidak menoleh kanan kiri depan belakang. Tidak terhimpit waktu setiap saat

Note 5. Maharani
Aku mencintaimu

Note 6. Adam
Aku lebih mencintaimu. Dan pria ini menuntut kebebasan

Note 7. Maharani
Aku belum bisa menceraikan Ruben. Tapi aku janji, kita akan bersatu. Selamanya

Note 8. Maharani
Kenapa tidak dibalas? Adam, aku mohon. Jangan paksa aku

Note 9. Adam
Aku tidak punya jawaban

Note 10. Maharani
Baiklah. Aku akan menceraikan Ruben

Note 11. Adam
Kau serius?

Note 12. Maharani
Ya

Note 13. Adam
Kapan?

Note 14. Maharani
Sepulang ngafe denganmu nanti. Setelah itu mungkin Ruben akan marah besar, jadi siap-siap kau kedatangan aku karena aku bakal kabur

Note 15. Adam
Aku selalu siap menerimamu. Hotel biasanya?

Note 16. Maharani
Ya. Sampai nanti. Aku mencintaimu

Note 17. Adam
Aku juga mencintaimu, Sayang

Sticky notes itu dikirim berbalas-balasan, karena meja kantor mereka bersebelahan. Sesuai janji yang sudah ditulis, mereka bertemu. Rani masuk ke dalam kamar hotel dengan pipi merah habis ditampar. Adam geram, ingin mengutuk Ruben tapi digagalkan Rani. Bukankah yang terpenting sekarang adalah mereka sudah bersatu karena talak sudah diajukan? Meski Ruben belum menerima, bagi Adam sudah cukup. Sudah cukup jelas baginya, dengan begitu Rani mencintai dirinya. Bukan Ruben.

Pria itu membakar batang rokok keduabelasnya. Ia menghisapnya dalam-dalam, penuh penghayatan. Ia menyembul asap sambil kembali menatap langit yang semakin hitam. Pria itu duduk tegak, tak peduli.


Tak peduli dengan kedua orang yang terkulai lemas saling berpelukan di belakangnya. Duo penulis sticky notes, memejamkan mata dengan kepala pendarahan berat.


Komentar

  1. Hi fellas,
    Yuk mampir di blog aku yaaa: http://gebrokenruit.blogspot.com/
    Makasih;)

    Best Regards,
    Rosiy

    BalasHapus

Posting Komentar